Bintang film asal Jepang Rin Sakuragi (20) menyelesaikan syuting di Bogor tanpa banyak publikasi seperti yang terjadi pada bintang film Jepang Maria Ozawa atau Miyabi (Miyabi yang akhirnya batal datang ke Indonesia). Rin mengaku sangat terkesan dengan pembuatan film suster keramas di Indonesia yang dibintanginya.
”Di sini baru kali ini saya main film, tapi begitu menyenangkan. Kerja tidak melelahkan malah banyak yang menghibur. Semua yang bekerja di film ini seperti tidak kenal lelah. Meski syuting berkali-kali berhenti karena hujan, mereka semua masih bisa tertawa dan itu membuat saya tertawa dan senang sekali,” kata Rin dalam perbincangan dengan Warta Kota di Ciloto, Bogor, beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan itu, Rin mengaku merasa malu karena tidak fasih berbahasa Inggris sehingga harus dibantu penerjemah.
Rin Sakuragi sebenarnya sudah pernah datang ke Indonesia. Beberapa tahun lalu, dia datang ke Bali untuk syuting film produksi Jepang. Kali ini, Rin datang untuk film suster keramas produksi Indonesia, tepatnya film yang diproduksi oleh Maxima Pictures.

Meski titik-titik air hujan membasahi kulit mulusnya, Rin Sakuragi tetap bersemangat ketika harus mengulang sejumlah adegan. Gadis cantik ini benar-benar menikmati bekerja sama dengan kru film dari Indonesia. Apalagi, katanya, banyak hal lucu yang bisa membuatnya tertawa.
Selama delapan hari di Indonesia, menurut Rin, banyak pengalaman yang ia peroleh. Salah satu yang menurut Rin paling mengasyikkan adalah di saat istirahat syuting, hampir seluruh kru masih bisa ngobrol dan bergurau.
Padahal, berkali-kali syuting harus dihentikan karena tiba-tiba hujan dan diulang lagi setelah hujan reda.
Meski awalnya gadis kelahiran Kyoto, Jepang, ini paham gurauan yang dilontarkan para kru film, Rin akhirnya bertanya maksud gurauan tersebut.
”Saya pikir kami justru lelah lantaran sering tertawa, bukan karena syutingnya,” kata Rin. Di Jepang, imbuh Rin, tertawa merupakan suatu bentuk terapi kesehatan dan terapi awet muda.
Menurut Rin, di Jepang, ia tak pernah menemukan suasana kerja penuh tawa tersebut di Bogor. Pembuatan film di Jepang, katanya, sangat serius dan cenderung kaku. ”Sehingga bekerja cepat lelah,” tutur Rin yang mampu menghabiskan seekor gurame goreng di sebuah rumah makan khas Sunda di Bogor.
Meskipun banyak bergurau, syuting film tetap dijalani Rin dengan serius. Kendala bahasa nyaris tak dipedulikan. Bahkan, terkadang gadis bertinggi 158 cm dan hobi makan ayam goreng ini, berusaha untuk mengerti arahan sang sutradara meskipun arahan itu disampaikan dengan bahasa isyarat.
Namun, ketika syuting dan sesi pemotretan selesai, akhir pekan lalu, Rin sempat meneteskan air mata. ”Saya sedih karena semua ini sudah selesai. Saya ingin lebih lama, tetapi saya terikat kontrak dan harus taat dengan itu. Saya masih akan kembali ke Indonesia dan bertemu dengan teman-teman ini,” kata gadis yang di Jepang sering membintangi film serial dan sinetron ini.
Karier Rin Sakuragi menanjak sejak usianya masih 17 tahun. Meski pernah menjadi foto model sejumlah majalah dewasa di Jepang, gadis yang kini menetap di Kota Hyogo, juga terkenal karena menjadi model untuk produk kimono. Setelah itu, Rin makin terkenal karena mulai membintangi sejumlah film serial remaja. Foto-foto seksi Rin akan muncul di halaman sebuah majalah khusus pria dewasa terbitan Jakarta, di akhir tahun kemarin.
Related posts:

Trackbacks /
Pingbacks